
- PRAKTEK MATA KULIAH OTONOMI DAN PEMERINTAHAN DAERAH
- PEMBUKAAN PKKMB STISIP BINA GENERASI POLEWLI MANDAR Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa
- PELAKSANAAN PRA PKKMB STISIP BINA GENERASI POLEWLI MANDAR
- KLARIFIKASI MENGENAI PENANGANAN KIP KULIAH, STISIP BINA GENERASI
- STISIP BINA GENERASI POLEWALI MANDAR LEADERS CAMP PART 1 DI KECMATAN ANREAPI
- DEBAT KANDIDAT CALON KETUA HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN STISIP BINA GENERASI POLEWLI MANDAR
- Seleksi PMB gelombang kedua STISIP Bina Generasi Polewali Mandar Tahun akademik 2022/2023
- ALUMNI STISIP BINA GENERASI POLEWLI MANDAR LULUS SEBAGAI ANGGOTA BRIMOB
- PELANTIKAN DAN RAPAT KERJA KPUM DAN P3UM
- PEMBENTUKAN PANITIA PERSIAPAN PEMILIHAN KETUA HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN KPUM DAN P3UM
Tim Takraw Putri Indonesia memutuskan Walk Out saat menghadapi tuan rumah Malaysia
Berita Terkait
- Seskab buka Pameran Lukisan2
- Pesawat N219 Karya Anak Bangsa Uji Terbang Perdana di Bandung0
- PBB Verifikasi 16.056 Nama Pulau Indonesia0
- Buruan !!!Penjaringan 10.000 Kandidat Gladiator Cyber Security Indonesia2
- Banjir Jakarta Paling banyak Dicari di Google0
- Fatima Nabil, Presenter TV Berjilbab Pertama di Mesir0
- Tyson Peringatkan Rapper 50 Cent untuk Diam0
- Zeelenberg: Lorenzo Akan Bangkit melawan di Brno0
- Hukuman Ganda Korea Diperingan, Greysia/Meiliana Tunggu Nasib1
- KKP Siapkan Pendampingan Modal Usaha Bagi Nelayan Kecil Cilacap0
Berita Populer
- Kopi Mamasa : Legenda Kejayaan Kopi Sulawesi Barat
- Bos Amazon Temukan Mesin Apollo 11
- ALUMNI STISIP BINA GENERASI POLEWLI MANDAR LULUS SEBAGAI ANGGOTA BRIMOB
- KLARIFIKASI MENGENAI PENANGANAN KIP KULIAH, STISIP BINA GENERASI
- STISIP BINA GENERASI POLEWALI MANDAR LEADERS CAMP PART 1 DI KECMATAN ANREAPI
- Jurnalistik Kampus STISIP Biges Polewali
- Roti Pawa,Bakpau ala Mandar
- Tim Takraw Putri Indonesia memutuskan Walk Out saat menghadapi tuan rumah Malaysia
- Seleksi PMB gelombang kedua STISIP Bina Generasi Polewali Mandar Tahun akademik 2022/2023
- PEMBENTUKAN PANITIA PERSIAPAN PEMILIHAN KETUA HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN KPUM DAN P3UM

Kuala Lumpur: Tim Takraw Putri Indonesia harus memutuskan Walk Out saat menghadapi tuan rumah Malaysia di Stadium Tasik Titiwangsa, Kuala lumpur, Malaysia, Minggu (20/8) malam. Tim Indonesia merasa dirugikan oleh kepemimpinan wasit utama Muhammad Radi dari Singapura. Dari set pertama ketika pertandingan dimulai, para pemain Indonesia sudah merasa dikerjain, salah satunya adalah Lena yang tekongnya dianggap ' fault' sebanyak 3 kali, set pertama pun berakhir dengan keunggulan Malaysia 22-20. Pertandingan pun dilanjutkan di set kedua, namun kepusan wasit tetap merugikan Indonesia. Bahkan tekong Lena sampai di fault sebanyak 5 kali. Kondisi tersebut yang membuat para pemain akhirnya memutuskan meninggalkan pertandingan.
"Saya sendiri tidak merasa mengangkat kaki ketika tekong, tapi kenapa di fault oleh wasit, bahkan sampai 8 kali. Itulah yang membuat kami memutuskan berhenti. Kami merasa dirugikan oleh wasit," kata Lena. Pelatih Kepala Tim Takraw Putri Indonesia Asry Syam sempat menghampiri wasit untuk melakukan protes, namun wasit menolak protes tim Indonesia. Asisten Pelatih Abdul Gani menyayangkan keputusan wasit tersebut. "Wasit sangat terlihat membela tuan rumah. Beberapa tekong kita di foult," kata Abdul. Menpora yang menyaksikan pertandingan tersebut menyesalkan dengan beberapa keputusan wasit yang merugikan tim Indonesia. Bahkan Menpora ikut turun untuk menenangkan para pemain yang pada menangis.
Menpora yang melihat beberapa pertandingam hari ini memang melihat ada beberapa kejanggalan terhadap beberapa pertandingan. Seperti saat di sepakbola dengan kejadian yang menimpa Evan Dimas ketika mendapat kartu kuning padahal posisi dilanggar."Sangat jelas saya menyaksikan keputusan yang merugikan, bagi Evan Dimas, yang sesungguhnya adalah korban namun justru diganjar kartu kuning. Saya meminta pelatih dan manajer Tim Nasional U-22 untuk mengajukan banding atas keputusan ini," kata Menpora.
"Sementara pada sepak takraw putri, lebih dari 5 kali servis yang seharusnya menjadi point bagi Indonesia, justru dianggap fault dan menjadi keuntungan bagi lawan," tegasnya.
"Olahraga mengajarkan kita banyak hal tentang makna menghargai kejujuran dan keadilan itulah kenapa lahir kata sportivitas yang menggambarkan makna kata olahraga itu sendiri. Seharusnya Keputusan wasit harus diambil secara jujur dan tidak memihak. Seperti ada rekayasa untuk menghalangi langkah Indonesia. Apakah kemenangan harus diraih dengan cara seperti ini?," kata Menpora.
http://www.kemenpora.go.id/index/preview/berita/11707
